Monday, 6 November 2017

Indah Pada Waktunya

Selamat tahun baru dua ribu tujuh belas semuanya. Iya, ini merupakan tulisan pertama saya setelah cukup lama berlibur. Liburan memang indah, seindah golnya Olivier Giroud yang kemarin baru menang puskas award. Belakangan Giroud berkomentar ke media jika dia sedang dalam keadaan tidak nyaman saat bikin gol itu. Hikmahnya, tidak semua hal indah terjadi melalui proses yang disukai.
Share:

Sunday, 25 December 2016

Pacaran, Patkay, Menikah.

Manusia pada dasarnya dilahirkan dengan perasaan ketertarikan terhadap lawan jenis. Kodratnya memang sudah seperti itu. Normalnya laki-laki tertarik pada perempuan, perempuan juga tertarik pada laki-laki, dan dalam beberapa kasus aneh ada laki-laki yang juga tertarik pada laki-laki dan sebaliknya. Lebih aneh lagi ada yang memperjuangkan legalitas hubungan sejenis atas nama hak asasi manusia.

Tulisan kali ini saya tulis setelah saya melalui makan malam yang penuh manfaat dengan beberapa teman-teman di salah satu rumah makan ikan bakar di kota Malang. Sebuah pembicaraan ringan soal hati, soal cinta, soal ibadah.

Apabila seseorang telah tertarik kepada lawan jenisnya maka dia akan segera berobsesi untuk dekat atau bahkan dapat memiliki wanita tersebut. Rasa suka yang muncul kepada sesama lawan jenis memang tidak bisa dihindarkan. Tiba-tiba saja rasa itu muncul dan bergejolak didalam dada. Beberapa orang yang jatuh cinta akan berupaya sekeras mungkin untuk mencari informasi mengenai gebetannya dan berupaya untuk kenalan sementara itu hanya sebagian kecil dari mereka yang memilih tidak mendekati si gebetan hingga tiba waktu yang tepat.

Rasa suka akan mendorong beberapa orang untuk menjalani pacaran. Pacaran adalah suatu hubungan yang dijalani oleh sepasang kekasih dengan tujuan yang berbeda-beda. Ada yang bertujuan untuk menikah, ada yang bertujuan agar memiliki teman dalam berbagi cerita, ada yang bertujuan untuk tetap menjaga status agar tidak jomlo, 
Jomlo
Beberapa hubungan pacaran memang dapat berlangsung sangat lama. Pacaran lama tentunya tidaklah mengapa dengan dalih ingin lebih mengenal. Satu-satunya yang menjadi masalah bagi saya adalah pacaran lama tapi tidak menikah. Apalagi jika si lelaki hanya sebatas menyebutkan pernikahan. Saya mengakui jika keputusan menikah adalah keputusan yang berat. Sangat berat lebih tepatnya. Saya punya dua orang teman yang sudah berbicara dengan kedua orang tua si wanita untuk menikahi anaknya setelah selesai studi dan kenyataannya sekarang mereka mulai goyah dengan keyakinan awal mereka dahulu. Semakin baik niatnya, semakin besar juga bisikan setan buat menggagalkan niat baik. Disini saya bisa melihat beberapa teman yang pacaran dengan pemikiran dijalani aja dulu memiliki hubungan yang lebih langgeng dibandingkan dengan yang punya target menikah. Semoga niat baik teman saya untuk menikah setelah masa studi akan tetap terlaksana.

Selama pacaran seseorang hanya perlu bertanggung jawab kepada pihak pacar, sangat mudah untuk dikhianati. Saya meyakini jika hampir setiap orang pacaran pasti pernah chat orang lain disaat yang sama. Saya bukan suudzon, lebih kepada pengalaman pribadi, Beda dengan menikah yang tanggung jawabnya sudah bertambah kepada pihak keluarga dan juga ke Allah. Berdasarkan hipotesis tersebut maka umumnya manusia akan lebih aman berada dalam status pernikahan dibandingkan pacaran.

Saya sendiri bingung mengarahkan tulisan ini kemana. Satu hal yang ingin saya katakan adalah menikahlah apabila kalian sudah siap. Minimalnya berilah kepastian kepada pasangan kalian kapan kalian akan datang menikahi. Seperti di salah satu tulisan Zarry Hendrik yang menyebut jika perempuan suka bunga dan cokelat, akan tetapi mereka lebih suka kepastian. Semoga kepastian dinikahi akan membuat wanita kalian lebih bahagia.
Wanita
Menikahlah karena kata Rasulullah shalallahualaihiwasallam bahwa pernikahan akan dapat lebih mampu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, apabila belum mampu menikah maka berpuasalah. Beberapa orang yang sebenarnya sudah mampu menikah tapi mengatakan jika kalo menikah sekarang nanti setelah menikah mau makan apa. Biarlah dua quotes dari sahabat Umar radiallahu anhu yang menjawab keraguan orang-orang yang sedang meragu.
Segerakan
Masuk Mana?
Jika ada kasus dimana si pria belum mau membicarakan soal menikah padahal dia sepertiya sudah mampu untuk menikah maka sebaiknya pikirkan masa depan anda. Cinta memang tidak selalu membahagiakan, apalagi cinta kepada makhluk. Kadang kita sudah berharap tapi kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Jika hal seperti itu terjadi maka sepertinya apa yang dikatakan oleh Patkay di serial kera sakti memanglah benar.
"Begitulah cinta, deritanya tiada akhir. Kalau deritanya hilang, ingatan hal yang menyakitkan dan mengerikan tidak pernah akan hilang". -Patkay, Siluman babi. 
Maka semoga saja siapapun yang akan jadi pasangan saya dan semua yang membaca tulisan ini nantinya adalah orang-orang yang tidak terlalu dirusak oleh pengalaman pacaran sebelumnya. Secara pribadi saya merasa jika para lelaki yang memiliki istri dimana si istri perempuan belum pernah pacaran adalah orang-orang yang beruntung karena si suami adalah lelaki ketiga dalam hidupnya selain ayah dan saudara laki-laki si istri. Jika tidak menemukan yang belum pacaran sebelumnya, semoga saja pasangan kita nanti adalah mereka yang diputuskan oleh pacarnya sehingga rasa pengen balikan hilang bersama kekecewaan diputuskan. Apabila kedua hal tersebut tidak bisa juga, maka semoga pasangan kita adalah orang yang sudah move dan tidak tergoda bayangan seperti yang dikatakan oleh Patkay.
Patkay
Share:

Sunday, 27 November 2016

Hari Ini Adalah Sejarah

Sebagai warga Indonesia yang peduli akan negeri ini maka saya rasa bahwa hampir semua warga Indonesia pernah dengar ungkapan bangsa yang besar adalah yang menghargai para pahlawan. Dalam kata lain mungkin juga pernah didengar istilah jasmerah yang berhati jangan sekali-kali merupakan sejarah. Kata tersebut barangkali merupakan kalimat yang benar-benar terpatri dalam dada setiap generasi muda. jasmerah. Setiap sejarah harus dikenang, sekalipun kenangan mantan.
Berbicara soal sejarah maka kita akan bicara soal masa lalu. Saya tergolong orang yang suka membaca tulisan-tulisan tentang sejarah, utamanya soal kepahlawanan atau hal-hal menginspirasi lainnya. Saya percaya, jika membaca sejarah merupakan salah satu hal yang mungkin mempengaruhi pola pikir saya terhadap banyak hal. Dengan membaca sejarah saya menyadari begitu banyak hal. Sejarah penaklukan Andalus misalnya. Setelah Thariq bin Ziyad sukses menaklukkan Andalus maka kita bisa tahu jika bagaimana toleransi yang ditunjukkan seperti umat kristen dan yahudi yang tetap diizinkan untuk mempertahankan rumah ibadah mereka serta mereka tidak akan dibunuh, ditawan, ataupun dipaksa dalam hal beragama. Beda dengan kejadian yang kita lihat terjadi di Rohingya saat ini. Apapun yang terjadi, kita harus menerima bahwa keadaan yang disebut-sebut sebagai Genosida di Rohingya adalah sebuah sejarah pahit soal kemanusiaan.

Beberapa sejarah juga mencatatkan sebuah tanda tanya. Seperti layaknya perang antara Palestina dan Israel yang terus berkecamuk. Jika kita membaca sejarah maka kita akan menemukan jika sebenarnya dewan perserikatan bangsa-bangsa memutuskan untuk membagi wilayah Palestina menjadi dua negara yaitu negara arab dan juga yahudi. Pembagian yang mungkin menimbulkan tanda tanya bagi saya pribadi apakah pantas warga yang berpopulasi sebesar 30% dari suatu negeri mendapatkan tanah sebesar 55%? Ini berarti 70% warga lainnya hanya akan mendapatkan bagian tanah sebesar 45%. Dalam hal ini mungkin logika berpikir saya yang masih belum sebanding sehingga tidak bisa menerima pembagian wilayah tersebut.
Palestina
Sejarah selalu mengajarkan kita mengenai banyak hal. Mengajari bukan menjalani. Lihatlah bagaimana sejarah G30SPKI mengajarkan kita yang hidup di zaman ini menjadi sangat khawatir dengan paham komunis yang pernah berupaya untuk menguasai negeri ini. Sejarah memang akan selalu menjadi guru terbaik. Dari situ kita bisa belajar dan menentukan langkah yang akan diambil. Sejarah juga selalu menyimpan tokoh yang dikenang. Dalam peristiwa G30SPKI kita bahkan bisa mengenal nama Irma Nasution, seorang adek kecil yang bahkan nyawanya harus menjadi korban dalam peristiwa kelam itu.

Saya meyakini jika hari ini adalah sejarah di masa depan. Kita harus berani membuka mata dan melihat secara fair mengenai kejadian-kejadian yang terjadi saat ini. Pembunuhan dengan kopi bersianida yang sepertinya masih agak rancu menurut saya pribadi, aksi bela islam yang disusupi provokator, bahkan Buni Yani yang dipidanakan gara-gara ikut mengshare video karena menghilangkan kata pakai. Padahal jika saya mengatakan "Indonesia itu warganya beragam suku bangsa jadi janganlah bersatu, jangan mau dibohongi pakai sila ketiga pancasila" maka saya sudah jelas akan dianggap sebagai penista pancasila, mau ada kata pakai ataupun tidak.

Sejujurnya saya lebih dulu melihat video pidato pak Basuki tersebut dari link yang dibagikan pak Basuki, akan tetapi saya tidak menemukan pihak pemprov yang mengupload juga dipidanakan. Padahal secara logika sederhana, orang "nakal" yang memutuskan memotong video tersebut menjadi 30 detik juga tidak berada di lokasi kejadian sehingga dia pasri menemukan video tersebut dari orang yang mengupload video tersebut pertama kali yang kemungkinan besar adalah si pembuat video.

Pertanyaan muncul: apakah logika berpikir saya terlalu berlebihan? Jika iya, izinkan saya tunjukkan fakta sejarah beberapa tahun silam. Ada yang mengenali Ariel vokalis yang dulu sempat masuk penjara? Ariel pernah dipidanakan karena dia merupakan pembuat video, bukan sebagai penyebar video. Jika si penyebar saja dihukum, tentunya si pembuat harus dihukum juga kan?
Hari ini adalah sejarah di esok hari. Saya berdoa agar semua yang terjadi hari ini dapat disikapi dengan baik sehingga masa depan akan mencatatnya sebagai sejarah manis, bukan sejarah kelam bangsa Indonesia. Sejarah adalah kejadian dimasa lalu untuk menjadi pembanding dalam pengambilan keputusan dimasa depan, bukan sebagai hal yang harus dijalani. Karena jika harus menjalani sejarah lagi saya tentunya tidak siap jika ada pembunuhan tengah malam seperti yang menimpa para pahlawan revolusi kita. Kemarin adalah sejarah yang sudah dilewati dan harus diambil pelajaran darinya agar kita bisa menentukan sikap hari ini demi masa depan yang lebih baik. Kalimat tersebut membuat saya serasa salah satu kandidat yang akan bertarung di pilkada 2017.

Semoga kehidupan besok kita semua akan menjadi lebih baik.

*Sumber gambar dapat dilihat dengan mengklik caption.
Share:

Sunday, 25 September 2016

Media Mulai Menggila

Media kita lagi rame belakangan. Itu kalimat yang terlintas di kepala saya sebelum menulis tulisan ini. Seperti biasanya, sebagai orang yang selalu menulis berdasarkan hal yang diterima oleh panca indera saya maka media dalam hal ini mungkin TV dan internet menjadi satu hal yang paling sering saya nikmati.
Share:

Sunday, 21 August 2016

Pilihan Jalan Pulang



“Sepertinya sudah lumayan lama rasanya saya tidak menulis di blog.” Kalimat ini terlintas di kepala saya ketika sedang membawa koper ke mobil jemputan yang udah nunggu di depan kos. Saya mulai menulis saat saya kuliah, di sebuah kos-kosan di kota Malang. Tak ada ide buat menulis memang, tapi perjalanan pulang dari Malang menuju Gorontalo membuat saya ingin sedikit bercerita. Pulang memang selalu menghadirkan bahagia.
Share: