Wednesday, 7 December 2011

Hubungan antara galau dengan hujan dan mati lampu

Setelah sekian lama aku tidak memposting tulisan disini, maka kuputuskan akan memposting tulisan pagi ini
beberapa hari terakhir ini aku sering melihat kicauan dari para remaja dan entahlah (Yah usianya udah gak cocok lagi sebagai seorang remaja) di twitter. Mungkin bisa follow aku di @EkaApristian *promosi*
Dan, yang menjadi trending topic para pengisi timelineku adalah, hujan, mati lampu, dan galau. Yang menjadi pertanyaanku disini, kenapa 3 hal itu begitu heboh belakangan ini? Apakah telah terjadi hujan lebat di tempat mereka, dan karena derasnya hujan tersebut pihak PLN memutuskan melakukan pemadaman listrik demi keselamatan bersama, dan mereka para pengisi TL merasa bahwa hujan disertai dengan mati lampu adalah waktu yang tepat untuk menggalau?
Hujan adalah salah satu topik utama mereka, kenapa? Karena menurut mereka hujan adalah salah satu waktu terbaik buat galau? Dan sampai sekarang, aku sebenarnya belum mengerti apa hakikatnya hujan sangat dekat hubungannya sama galau. Apakah karena hujan adalah pertanda galaunya dunia?
Kemarin aku berbicara dengan salah satu penggalau yang menghiasi TLku.
Aku : Kenapa sih kalo hujan kamu suka banget nge-galau?
TL : Hujan itu saat yang paling tepat, karena langit juga menangis saat kita merasakan galau.
Jawabannya memang sangat masuk akal, akan tetapi itu menimbulkan pertanyaan di dalam benakku. Dan aku merumuskan sebuah kesimpulan tentang hubungan hujan dan galau.
Berikutnya tentang mati lampu. Mati lampu adalah salah satu jenis kematian yang paling dipermasalahkan oleh manusia. Ternyata listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan dunia saat ini. Sekarang semuanya serba menggunakan listrik. Listrik telah menjadi kebutuhan bagi seluruh manusia. Dan yang menimbulkan pertanyaan apa hakikatnya sehingga mati lampu dikaitkan denga galau?
Kali ini aku tidak menanyakan lagi kepada mereka, yah paling juga jawabannya bakalan gak jauh beda lah "itu artinya listrik juga merasakan galauku dengan turut meredup".
Mati lampu sepertinya sudah menjadi kejadian yang sangat biasa di negara kita ini, hampir setiap wilayah di negeri ini pernah merasakannnya. Bahkan dalam selang waktu yang cukup berdekatan.

Kesimpulan: Menurut saya kenapa tiap hujan banyak tengah merasakan galau. Mungkin saja mereka tidak memiliki pilihan lain selain untuk galau, karena mungkin saja terik Tapi sepertinya kebiasaan galau saat hujan harus diubah, seperti galau saat senja. Karena setiap hari kita pasti menikmati senja. karena jika sindrom galau saat hujan ini berlangsung terus-terusan, saya justru merasa prihatin kepada para penggalau atau bahasa kerennya galauers. Mengapa? Karena hujan tidak terjadi sepanjang tahun, bagaimana nasib para galauers di musim kemarau nantinya. Oleh karena itu saya berharap para galauers untuk segera dapat menemukan dari permasalahan itu.
Berikutnya kenapa galau selalu berhubungan dengan mati lampu? yah ini secara sepintas memang cukup jelas. Karena listrik sudah merupakan suatu kebutuhan, jadi jika listrik padam apa yang akan dilakukan oleh masyarakat? Mau telponan sama pacar baterai udah sekarat, mau online laptop gak ada baterai, bahkan pengen boker aja gak bisa. Tetapi setelah dipikir secara lebih mendalam. Pemadaman listrik bergilir adalah salah satu penghambat program keluarga berencana yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Kenapa? Karena jika keseringan mati lampu, lalu apa yang harus dilakukan oleh para suami istri? Ayo pertimbangkan lagi soal pemadaman listrik itu wahai PLN karena program anda cukup menggangu program KB.
Sekian analisis saya, semoga anda dapat mengambil informasi yang berharga dari sini, yah meskipun mungkin tidak begitu penting. tapi, terima kasih telah membaca.
Share:

0 komentar:

Post a Comment