Monday, 27 February 2012

Hari pertama di semester genap

     Hari ini tanggal 27 februari dan itu berarti hari pertama di semester genap. *jengjeng* #BacksoundSinetron. Hari ini kuliah masuk jam delapan lebih empat puluh menit. Perjalanan ke kampus ini masih biasa-biasa saja, tidak ada hal baru yang dijumpai di jalanan. Hal baru terlihat justru saat akan memasuki parkiran. Parkirannya memang tidak berubah dari sebelumnya, tapi terlihat seorang lelaki gendut berkulit hitam yang baru saja terlihat disitu. Seorang pria unyu duduk dikursi sambil mencatat plat nomor setiap motor yang masuk. Setelah menanyakan kepada Fhat yang memanglah paham soal parkiran baru aku yakin jika om yang menjaga parkiran adalah petugas baru.

     Mata kuliah pertama hari ini adalah Biopsikologi. Dosen masuk dan sedikit memperkenalkan diri. Dosen biopsikologi tersenyum melihat kami. Senyum yang terlihat seperti sangat berbahagia layaknya seorang ayah yang melihat anak pertamanya terlahir ke dunia. Satu hal terasa aneh di mata kuliah ini adalah referensi bukunya. Referensi buku yang diberikan semuanya adalah buku kedokteran dan bisa dibayangkan bagaimana soknya aku jika akan membeli buku untuk biopsikologi, datang ke toko buku sambil dengan begitu sombongnya bertanya "pak punya buku tentang kedokteran?". Yang jadi masalahnya bukan sombongnya aku, tapi bapaknya bakalan percaya apa tidak kalau aku yang berwajah yang kurang meyakinkan dan sedikit bodoh akan membeli buku kedokteran?
     Setelah kuliah biopsikologi yang membingungkan aku dan beberapa teman lainnya memutuskan untuk makan siang dan pilihannya jatuh kepada nasi Padang. Ya nasi Padang memanglah menjadi primadona bagi para lelaki di kelas. Ya mungkin saja kesukaan mereka terhadap nasi Padang melebihi rasa suka mereka terhadap pacarnya sendiri. Dan itu nyata karena 64% dari mereka adalah jomblo, dan janganlah kaget jika suatu saat nanti akan muncul berita tentang seorang pria yang menikah dengan nasi Padang.
     Lanjut. Kuliah berikutnya Psikologi Klinis. Perlu diketahui jika psikologi klinis adalah cabang psikologi yang paling bersentuhan dengan gangguan mental dan mungkin itu yang menjadi penyebab dosen yang satu ini terlihat seperti orang yang mengalami gangguan mental. Dosen yang bisa dikatakan sudah senior itu memanglah seorang pensiunan, dia dulu bekerja di rumah sakit jiwa bagian psikologi. Penampilan pak dosen juga begitu fantastis dengan kemeja batik yang dimasukkan kedalam celana, kemeja yang terlihat sedikit kebesaran, dan jam tangan yang entah memanglah amazing. Aku bahkan tak punya kata-kata lagi untuk menggambarkan dosen yang satu ini. Dosen membacakan nama kita sesuai absen. Dan percaya atau tidak, semua daerah asal dari kita diketahui oleh dosen, bahkan dengan sedetail mungkin. Hanya Palembang yang tidak ditanyai secara detail lokasinya. Entahlah mungkin karena GPS yang ada dikepalanya bapak tidak dapat menjangkau wilayah sumatera atau karena faktor apalah.
     Perkenalan selesai dan pembelajaranpun dimulai, dan aku sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh dosen itu. Belajar siang itu terasa seperti masuk ke dalam dunia khayal. Tidak ada hal lain yang bisa kulakukan selain berdoa semoga makhluk aneh ini akan segera keluar dari kelas.
     Oke kuliah selesai dan saatnya pulang. Sebelum balik ke kos aku dan Fhat memang berencana untuk booking lapangan futsal. Begitu mau pulang dari booking lapangan hujan turun dengan deras dan akhirnya kita memutuskan untuk berteduh sambil makan di salah satu cafe dekat lapangan futsal. Suasana cafe yang bagus, asri, dan dengan alunan angklung yang merdu. Satu-satunya hal yang tidak enak saat itu adalah kenapa aku harus sama fhat disitu, kesannya justru jadi kayak maho.
     Tidak lama kemudian waiternya datang sambil ngomong "mau pesan apa dek?" Aku cuma menjawab "lihat dulu mbak menunya" sambil sedikit tersenyum. Entahlah itu sindiran atau kenyataan, apakah aku masih terlihat seperti seorang anak kecil? atau mbaknya yang punya masalah mata sehingga gak sempat melihat kumis yang menjuntai dengan indah ini.
     Tak lama kemudian menu yang dipesan segera datang menghampiri, Seporsi tahu isi daging, sambal bawang, dan juga es teh yang menemani hujan sore itu. Makanan hari ini memanglah enak dan sangat jauh berbeda dari nasi kuning yang diceritakan di Perjuangan KRS, bagian dua. Sambil makan fhat sedikit curhat.Agak sulit dipercaya memang jika seorang Hulk juga memiliki perasaan. Entahlah apa yang dibicarakan olehnya, aku masih terlalu sibuk dengan makan yang ada di hadapanku.
     Hujanpun reda dan kita pulang ke kos masing-masing. Sebuah pembuka semester yang baik. Semoga semester ini akan lebih baik dari sebelumnya.
     oh ia, ini aku sertakan juga foto makanan yang aku ceritakan tadi. Terima mkasih telah membaca tulisan yang sangat tidak penting ini, sekal lagi terima kasih.
Share:

2 comments:

  1. mungkin bukan ahli bahasa ya, jdi bhasanya semrawuttt. hahaha.... tpi ancungijempol deh buat adek 1 ne dh mmpu nuangin isi di otaknya shingga bsa merangkai kata walaupun sedikit agak kacau. hehehe. tpi sayngnya tdi siang kn ketemu aq, ko aq g dimasukin di alur ceritanya ya...??/ (-__-")
    #ngareeeep....

    ReplyDelete