Wednesday, 18 April 2012

UTS: Ujian Tidak Serius

Lama sudah blog ini tak terurus, saking lamanya bahkan aku harus bersihin sarang laba-laba saat pertama lihat blog ini lagi *bersihin sarang laba-laba*. Ya setelah lama tidak menulis postingan baru di blog ini, aku baru sadar ternyata sekarang tampilan dari blogger telah berubah, dan ini setidaknya sedikit mengurangi kerjaanku untuk membersihkan sarang laba-laba. Kata pertama yang aku ucapin saat melihat tampilan baru ini adalah "gila keren bener tampilan barunya, kalo gini bisa rajin buat ngupdate tiap hari nih". Memang saat melihat tampilan pertama kali membuat kita senang sebelum benar-benar menyadari jika tampilan berubah. Ketika aku benar-benar tersadar kalo tampilan blog berubah kata yang keluar menjadi "gila tampilan blog berubah, ini cara makenya gimana? mirc aja aku bingung makenya".

Aku sendiri kepikiran buat ngupdate blog lagi setelah kemarin ngomong sama Hena. Eits jangan salah hena itu cowok lho, cuma emang namanya aja yang agak feminin. Hena sendiri adalah pemilik dari blog henawirasatya.com dan juga seorang penulis. Saran saya ketika anda akan bertemu dengan hena kuatkan mental, pikiran, dan jiwa kalian. Dibalik tampangnya yang sangar Hena sendiri merupakan anak yang kurang baik-baik, dia berasal dari keluarga yang baik-baik, meskipun diantara semua keluarganya dialah satu-satunya anak yang tidak baik. Well, setelah berdiskusi dan meminta pendapat dari om Hena maka aku memutuskan untuk kembali update di blog ini.

Kali ini aku mutusin buat nyeritain soal UTS yang baru aja aku hadapi kemarin. Perjuanganku buat ikut UTS tidaklah mudah. Aku harus ngeyakinin ke orang-orang dulu kalo aku udah kuliah, sebelumnya banyak yang nanyain apa udah siap belum buat ikut UN. Peraturan dikampusku pada saat UTS semua mahasiswa wajib menggunakan seragam putih-hitam dan ini justru menjadi salah satu kehinaan baru bagiku. Saat aku sedang make sepatu tiba-tiba ada yang ngajak ngobrol dan terjadi percakapan yang tidak penting.

Aku: *ngiket tali sepatu*
Orang Lain (OL): Udah make seragam gini mau kemana an?
Aku: ke kampus mas
OL: Ngapain di kampus?
Aku: Mau ujian mas
OL: Walah kirain mau daftar buat kuliah
Aku: hehehe *lirikan tajam dan senyu sinis*
OL: Eh, sekarang senin kan? bukannya kamu harusnya ikut UN? Kok malah daftar kuliah?
Aku: *lempar pake sepatu*

Hingga kini aku masih bingung, sebuta apakah masnya sampe bilang aku masih anak kecil? Emangnya kumis yang menjuntai indah ini gak kelihatan kah? *mainin kumis*

Saat ini UTS telah selesai, aku masih ingat tiga hari UTS yang aku alami. Hari pertama UTS ada Biopsikologi sama Psikologi Klinis. UTS biopsikologi dengan soal yang kalo gak salah hitung ada 110 nomor. Dan mata kuliah ini menjadi pemegang rekor soal terbanyak di UTS kali ini. Saking banyaknya malah bikin ngantuk sehingga ada yang ketiduran, yang lain lagi lebih ekstrim hingga tidur dipangkuan bapak dosennya. Setelah biopsiklogi ada UTS psikologi klinis. UTS psikologi klinis berbanding terbalik dengan biopsikologi, jika biopsikologi terdiri dari 110 soal, maka psikologi klinis hanya terdiri dari 2 soal. Mengerjakan soal psikologi klinis tidak terlalu sulit karena open book, tapi yang bikin UTS gak enak soalnya bapaknya minta jawaban harus penuh di kertas jawaban. Alhasil lembar jawabanpun penuh dengan isi curhatan. Ada yang nulis tentang pengalaman pribadi, ada yang cerita soal LDR, ada yang cerita galau karena diputusin, ada juga yang kebahagiaannya karena baru aja abis naik odong-odong.
Pesan Moral: Kita juga perlu belajar untuk menghadapi UTS, utamanya belajar cara mengarang kalimat.

UTS hari kedua ada psikologi Sosial. Hari ini emang cuma 1 mata kuliah yang diujiankan tapi ini lebih parah dari yang dikira. Emang sih ujiannya open book dan itu seharusnya tidak menjadi masalah, yang menjadi adalah keinginan ibunya agar kita menyertakan referensi pada setiap akhir jawaban dan itu menjadi masalah bagi yang tidak menjawab berdasarkan buku. Kesulitan ujian kali ini bukan pada saat mencari jawaban tapi saat mencari buku buat referensi.
Pesan moral: Terkadang kita harus belajar bukan hanya pada isi buku, tetapi juga pada daftar pustaka.

UTS hari terakhir atau yang baru saja selesai tadi ada psikologi perkembangan dan psikologi pendidikan. Psikologi perkembangan UTSnya lagi-lagi open book. Meskipun sama-sama open book tapi ujian kali ini tidak seribat psikologi klinis yang mengharuskan lembar jawaban penuh ataupun psikologi sosial yang meminta daftar referensinya. *sujud syukur*. UTS terakhir yaitu psikologi pendidikan, UTS kali ini lebih enak daripada UTS lainnya. Tidak terlalu banyak halangan yang berarti selain aku yang kehilangan ransel pada saat awal ujian dimulai, tapi untungnya ranselku berhasil ditemukan lagi pada saat UTS selesai dengan keadaan selamat meskipun dengan keadaan yang kurang baik. Luka disana-sini hasil injakan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. *nangis* #PrayForRansel
Pesan moral: Jangan pernah meninggalkan ransel anda sendirian, apalagi saat dia sedang galau.

Akhirnya UTSku sudah selesai, yah meskipun masih ada ESP sama AIK tapi setidaknya kamis besok aku bisa bersantai. *ngopi* Semoga UTS kali ini aku bisa mendapat nilai yang memuaskan dan aku tidak menelantarkamu lagi yah blogku sayang. *cium kening blog*
Share:

3 comments:

  1. ehem , ekha kalo bole di tulisannya ini jngn talalu bnyak embel2 kalo bisa lgsng ke topik pembicaraan saja . kalopun mau pake embel2 itu pemilihan kata2 penting kha.usahakan kata2 yg berbobot dgn enak di baca atau kase bnya dpe humor spy org tda bosan baca. nah ini kan bahas soal uts kmren2 , spya lbe bgus tulis juga tips2 atau saran sebelum mnghdapi uts . biar asik . jadi bukan cm menceritakan hal pribadi dri trg . oke ? just kritik ya :)

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah UTS dah selesai, tapi sabar ya, 2 bulan lagi dah UAS kok.. Selamat menikmati ya

    ReplyDelete
  3. Sial -___-" kasih gambar dipostingan, palin enggak 1 gambar.. Templatenya yang terang, ini terlalu gelap.. Menurut gue sih.

    ReplyDelete