Saturday, 5 October 2013

Musim MABA


MABA
Ada yang bilang jika hidup itu kayak roda, kadang di atas kadang bisa di bawah. Ada juga yang bilang hidup itu kayak naik roller coaster, ada yang tertawa bahagia dan ada juga yang menangis. Kadang hidup juga terus berjalan, ada yang keluar dan ada yang masuk.Tapi apapun itu hidup harus terus berjalan, bagaimanapun itu. Bulan agustus yang kemarin, para senior-senior dikampus saya banyak yang diwisuda. Ada yang jelek karena lulus kisaran 3,5 tahun, ada yang biasa saja karena tepat 4 tahun, ada juga yang lulus dengan luar biasa karena butuh waktu yang lebih dari 4 tahun. Itu pandangan klasik, lebih lama lebih pintar.

Ada yang keluar, tentunya ada juga yang masuk. Ya, saat yang tepat untuk para maba menunjukkan diri mereka. Bagi saya pribadi, musim maba adalah salah satu musim terbaik dikampus. Alasannya sederhana, karena maba bisa memberikan pemandangan baru yang lebih segar, lebih bersemangat, dan lebih manis tentunya.

Bicara soal maba sendiri, seperti biasanya tahun ini kampus saya juga ada mabanya. Fakultas saya juga punya maba, jurusan saya juga punya maba, semua kita punya maba. Kadang bagi para senior yang sangat kurang baik seperti saya, musim maba adalah saat dimana semangat kuliah akan bertambah. Masuknya maba itu kadang seperti hari kemerdekaan yang selalu memberi semangat baru setelah setahun hanya bertemu dengan orang yang sama.

Seperti apa yang sering dikatakan bapak saya jika setiap masa pasti ada orangnya. Maka setiap musim maba, pasti ada minimalnya satu orang yang menonjol di tiap angkatan. Kali ini saya memberikan predikat maba terbaik pada salah satu adek tingkat dikampus, sebut saja namanya Bunga (Nama disamarkan). Orangnya keren, kelihatannya pintar, dia juga selalu terlihat manis. Sayangnya saya tak pernah terlihat manis dimata dia. Anaknya juga kelihatannya baik-baik. Dengan semua yang dimilikinya, sepertinya akan ada senior lain juga yang akan mengaguminya. Praktis hanya ada satu hal yang saya tak suka darinya, katanya dia udah punya pacar.

Lupakan soal Bunga, saatnya kembali fokus ke maba. Sebagai senior yang baik saya juga peduli terhadap kelangsungan para maba. Sebagai senior yang baik, saya juga ingin memberikan beberapa tips bagi maba yang baru saja memasuki dunia perkuliahan.

1. Pilihlah kos yang tepat
Tips pertama ini mungkin tidak akan berlaku bagi semua maba, ini hanya terkhusus bagi maba perantauan. Maba perantauan sendiri adalah kalangan maba yang merasakan nikmatnya surga di awal bulan dan menerima percikan panas api neraka di sekitar tanggal 20. Memilih kos yang tepat adalah hal yang sangat penting karena nantinya kos akan menjadi "rumah" bagimu. Nantinya kamu akan lebih menghabiskan banyak waktu luang dengan tempat yang nantinya akan akrab disebut kos. Oleh karenanya kos haruslah merupakan tempat yang tenang, nyaman, dan tentunya kondusif. Cari kos juga harus disesuaikan dengan dana yang kamu miliki. Kalo kamu cuma mau bayar 200 ribu per bulan jangan nyari kos yang ada kamar mandi dalam kamar. Kadang ada sih juga kos 200 ribu dengan fasilitas kamar mandi dalam, ya tapi ranjangnya ditaruh diluar.

2. Seleksilah teman dengan baik
Ada yang pernah bilang jangan pernah memilih-milih untuk berteman. Itu memang benar, tapi ada saatnya dimana kita harus menyeleksi beberapa dari begitu banyak teman lainnya yang bisa kita percaya. Dari sekian banyak teman kita harus memilih siapa orang yang akan menjadi pendengar setia setiap cerita tak penting kita, pundak yang siap menampung air mata, ataupun tawa yang mau menghargai setiap lelucon bodoh kita. Kita tak perlu punya teman yang terbaik, yang penting mereka selalu berarti bagi kita. Seleksi teman dengan baik juga mungkin akan berlaku bagi tips ketiga.

3. Manajemen keuangan
Mengatur keuangan adalah salah satu hal yang penting, apalagi jika kamu merupakan mahasiswa perantauan yang jauh dari orang tua. Pada masa kuliah akan ada banyak keperluan tidak terduga yang akan kamu temui, misalnya saja uang untuk print tugas yang seakan terus mengalir ketika kuliah. Oleh sebab itu kamu sangat perlu untuk mengatur lagi soal keuangan. Mulai dari biaya kencan bagi yang sudah punya pacar, biaya telponan bagi yang LDR, dan biaya internet bagi yang jomblo. Tips ketiga ini juga bisa berjalan jika kamu bisa sukses pada tips kedua. Intinya jika kamu bisa menyeleksi teman dengan baik, temanmu akan percaya dengan kamu, maka bersiaplah untuk menerima traktiran dari teman kamu.

4. Perbanyak mempelajari soal jalanan di sekitar kampus
Dengan belajar mengenai jalan di sekitaran kampus akan dapat membantu kita agar bisa menemukan jalur alternatif ketika jalur utama sedang tidak layak dilewati karena macet. Tidak menguasai jalan kadang juga berdampak buruk bagi mahasiswa. Seringkali ada mahasiswa yang nyasar saat kekampus. Niatnya sih mau ke kampus tapi kenyataannya malah nongkrong di warung kopi.

5. Kuasai hal-hal yang ada di dalam lingkungan kampus
Bagi para maba wajib hukumnya untuk menguasai hal-hal yang ada di dalam kampus. Mulai dari jalan ke kelas, kenali seragam satpam, atau kenali wajah dosen dan mana mahasiswa. Masalah tak mengingat jalan ke kelas adalah salah satu hal yang seringkali dihadapi para maba. Banyak sekali maba yang salah masuk kelas ketika di awal kuliah. Selain itu para maba juga harus tau mana yang dosen dan mana yang namanya senior. Kadang dikampus ada beberapa mahasiswa luar biasa yang terlihat lebih keren tua  dan tidak berwibawa ketimbang dosen. Jika kalian para maba menemui senior yang seperti itu, ingat jangan pernah tanyakan soal semester.

Mahasiswa yang tidak bisa ditanyakan soal semester
6. Perbanyak kenalan dengan senior lainnya.
Kenalan dengan senior kadang bisa berguna bagi para mahasiswa baru. Mengenal senior dapat membuat para maba akan lebih nyaman menjalani kuliahnya. Seringkali banyak maba yang minta bantuan ke senior tentang tugas-tugas kuliah meskipun tidak semua senior dapat membantu. Tapi ingat, tidak semua senior itu hatinya baik seperti saya senior lainnya. Kadang ada senior yang mau kenalan ke maba dengan tujuan modus. Untuk tips nomor 3 ini, sangat disarankan untuk Bunga, apalagi kalau kenalan dengan senior yang seperti saya.

Share:

0 komentar:

Post a Comment