Saturday, 26 October 2013

This Is Indonesia

IND(ONE)SIA
INDONESIA. Satu kata yang selalu diteriakkan oleh 237 juta orang setiap kali timnas Indonesia dibawah 19 tahun bertanding. Di timnas senior? Separuh bahkan 2/3 dukungan diantaranya menghilang. Ya, rakyat Indonesia memang lebih suka apa yang sudah sukses, kadang mereka tak bisa menerima kegagalan. Padahal jika kita perhatikan lebih lanjut, senior dan U-19 sama-sama membutuhkan kita, tapi kenapa separuhnya menghilang? Rakyat Indonesia mendukung karena prestasi, bukan karena kesamaan rasa sebagai Indonesia yang satu!

Di negara saya, perbedaan sangat sulit untuk diterima dan itu tidak mengenakkan bagi saya. Ada yang masih ingat konflik antar agama di Poso yang hingga sekarang belum tuntas? Iya sih perdamaian memang sudah terucap tapi hati mereka akan terus berperang. Menerima perbedaan adalah hal yang berat di negara saya. Padahal jika benar-benar mau dipahami, perbedaan adalah hal yang indah. Bagaimana jika semua hal yang di dunia sama? Ah tentu dunia tak semenarik sekarang ini. Tapi rakyat Indonesia juga menerima perbedaan kok. Perbedaan kasta, status sosial, yang kaya menindas yang miskin, yang berjabatan tinggi merendahkan pegawai dibawahnya, jomblo ditindas. Saya bukan orang yang mudah menerima itu. Ini soal gaya berpikir. Entah mereka manusia yang sama, atau saya manusia yang aneh sehingga berbeda.

Di Indonesia para generasi penerusnya juga sebagian besar adalah orang yang tidak menghargai kebudayaan nenek moyang. Saya sendiri tidak pernah melihat batik sebagai pakaian utama para remaja sebelum diklaim oleh negara tetangga. Setelah diklaim, seluruh rakyatnya bersatu mengaku-ngaku pemilik batik yang sebenarnya. Tapi berapa banyak batik kalian sebelum diklain oleh negara tetangga?

Salah satu hal yang Indonesia banget itu adalah 4L4Y. Entah inilah perusak masa depan atau merekalah pencipta satu budaya baru di Indonesia, budaya alay. Barangkali jika negara ini nantinya dikuasai mereka, maka tak akan ada lagi Indonesia, yang ada adalah 1NDON3C!444. Foto presiden juga tidak seperti sekarang tapi malah akan jadi seperti foto anak SMP baru punya gadget canggih.

Foto presiden masa depan
Di negara ini, sistem perpacarannya juga kadang membingungkan saya. Jumlah perempuan yang berani mengutarakan perasaannya sangat kecil padahal merekalah yang selalu meneriakkan emansipasi wanita. Pacaran di Indonesia juga sangat aneh. Ada satu hal dimana si laki-laki harus menjadi kalender. Ingat tanggal jadian. Apakah para perempuan tahu jika mengingat adalah hal yang tidak disukai bagi sebagian besar laki-laki? Satu hal yang paling suka diingat laki-laki adalah mengingat soal pertandingan bola semalam dan akan dibicarakan dengan teman sekantor keesokan paginya. Di Indonesia para jomblo tertindas. Apalagi bagi para alay yang jomblo. Jomblo tidak seburuk persepsi kebanyakan orang. Ada yang prinsip dan ada yang nasib. Tapi bukankah jomblo adalah calon pasangan yang setia? Mereka tak selingkuh untuk memulai cinta baru mereka. Satu lagi yang tren di Indonesia LDR. Sekarang kebanyakan orang menjalani hubungan jarak jauh. Terpisahkan kota, pulau, bahkan negara. LDR bisa jadi salah satu alasan kenapa bisnis provider di Indonesia bisa terus berkembang. Tapi ingat LDR itu hubungan jarak jauh ya, soalnya saya kemarin menemukan akun yang agak alay di FB yang menceritakan jika dia lagi LDR-an sama pacarnya, mereka berjarak 6 rumah.

Tapi apapun itu saya sangat bangga dengan negara saya. Semboyan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh benar-benar bisa menjadi pemantik semangat di setiap dada rakyatnya. Ada yang ingat bagaimana kekuatan finansial dari suatu rumah sakit mampu ditaklukkan hanya dengan uang koin hasil gerakan "koin untuk prita". Koin untuk Bilqis. Gerakan Indonesia unite.

Koin Untuk Prita

Dan ada begitu banyak hal lain yang begitu membanggakan dari negeri ini. Jadi bersatulah Indonesiaku, kita bangsa besar, kita hebat, kita tak terkalahkan.

Kita harusnya bersatu bukan menjadi satu, misalnya seperti forum Jamban Blogger. Terdiri dari penulis dengan genre yang berbeda. Gimanapun bentuk tulisannya, di jamban blogger ngumpulnya.


Share:

10 comments:

  1. keren banget bro. haha
    nasionalisme kita memang sudah sangat berkurang
    perbedaan jadi alasan untuk membuat kekacauan

    kunjung balik dan follback ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya sih kebanyakan gitu, semoga aja akan lebih baik

      Delete
  2. Hihihh. Keren, bro! memanng banyak hal-hal unik di Indonesia. :))

    ReplyDelete
  3. Postingan keren... Masih ada ko rasa kekeluargaan di Indonesia. Masyarakat Indonesia masih punya empati ko...

    Ahh.. I love Indonesia lah..

    ReplyDelete
  4. Mari majulah.. Indonesiakuuuuu... *nyanyi*

    ReplyDelete