Sunday, 1 December 2013

Ketika Dokter Mogok dan Farhat Abbas Bersensasi (Lagi)

Dokter dan Farhat Abbas. Itu adalah dua hal yang sangat mewarnai kehidupan saya seminggu kebelakang. Dua hal yang sebenarnya sangat berbeda, tapi cukup memberikan arti bagi keadaan sekitar. Jika ada yang mempertanyakan alasan saya menuliskan ini, maka jawaban saya hanya karena rasa cemas, gundah, yang ada didalam pikiran. Barangkali ini tulisan yang sangat absurd. Ada begitu banyak kegundahan yang saya tuliskan disini.

Tulisan ini terinspirasi dari kehidupan mereka, ada yang sederhana dan juga ada yang tidak layak disebut sederhana. Merekalah orang-orang dengan kehidupan yang selalu disorot oleh lingkungan sekitar. Merekalah orang-orang yang masih terus berjuang melawan hidup, baik atau buruknya perilaku dan kehidupan mereka. Barangkali ada yang setuju dengan ini, ada juga yang tidak setuju. Namanya juga hidup, kita tak harus berpikiran sama kan? Yang paling penting kita bisa bersama-sama melakukan perubahan yang lebih baik.

1. Dokter
Demo Dokter
27 November 2013, hari dimana para dokter di seluruh Indonesia melakukan aksi mogok sebagai bentuk solidaritas atas kasus yang menimpa rekan sejawat mereka. Hal ini mengakibatkan pelayanan kesehatan di beberapa daerah terganggu. Hal ini memicu banyaknya suara-suara yang tidak setuju dari warga atas apa yang dilakukan oleh para Dokter. Banyak yang bilang jika gaji dokter itu sudah tinggi sehingga tidak perlu melakukan demo untuk turun ke jalan. Ini kritik yang sangat lucu bagi saya, Dokter kan demo karena masalah yang menimpa Dokter Ayu, bukan karena soal uang.

Meskipun begitu, Dokter dan uang di Indonesia adalah dua hal yang sangat berkaitan erat. Pertama, layanan kesehatan di Indonesia yang cukup mahal bagi beberapa kalangan sehingga menyebabkan begitu banyak orang sakit yang memilih untuk tidak pergi ke Dokter karena alasan keuangan. Pemerintah sudah berupaya melakukan yang terbaik. Terakhir program JKN yang diharapkan akan dapat mengatasi masalah ini. Kedua, menjadi Dokter di Indonesia kebanyakan membutuhkan uang besar. Kebanyakan, tidak semua. Pendidikan Dokter yang mahal ini mengakibatkan begitu banyak anak cerdas istimewa dari keluarga kurang mampu yang layak masuk ke Fakultas Kedokteran malah tidak bisa masuk. Sementara itu para anak biasa dari orang-orang "istimewa" justru bisa masuk dengan mudahnya dan akhirnya mengemban tugas berat sebagai tenaga medis.

Banyak yang berpikiran jika bekerja sebagai Dokter adalah hal yang santai dan mudah. Kenyataannya, bekerja sebagai Dokter tidak mudah. Bekerja dengan nyawa orang lain adalah tanggung jawab besar. Dokter tak bisa sedikitpun melakukan kesalahan dalam bekerja karena hukum tentang malpraktek selalu menanti. Contohnya saja seperti kasus yang menimpa dokter Ayu yang mengakibatkan mogok serentak para Dokter. Ada prosedur yang tepat telah dilakukan oleh Dokter Ayu meskipun pada akhirnya hasil yang dicapai bukanlah seperti yang diharapkan. Oleh karena itu menjerat Dokter Ayu kedalam penjara bukanlah hal yang layak. Dia sudah melakukan hal yang harus dilakukan. Dan yang paling penting, Dokter bukanlah tuhan.
Doctor is not a god
Oleh karenanya jeratan hukum itu menyebabkan para Dokter melakukan aksi solidaritas dengan mogok bekerja. Apakah hal itu tepat? Saya masih ragu soal itu. Dokter mogok artinya tidak ada lagi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Ada yang tahu soal berita pasien dipulangkan atau seorang ibu yang terpaksa melahirkan di toilet? Dokter lebih memilih untuk mogok daripada menolong orang lain. Ingat ya bapak dan ibu Dokter, kalian punya kewajiban untuk menolong orang, kalian juga punya hak untuk menyuarakan aspirasi kalian, tapi ingat jika hak yang kalian punya juga dibatasi oleh hak-hak orang lain, bahkan juga dibatasi oleh kewajiban kalian sebagai penolong.

Bagi saya, Dokter bisa saja menyalurkan aspirasinya lewat media manapun, media cetak, elektoronik, dunia maya, atau demo sekalipun. Tapi menelantarkan orang yang membutuhkan bantuan bukanlah hal yang bijak. Untuk itu saya menaruh hormat sebesar-besarnya kepada para Dokter yang masih menerima pasien di tanggal 27 November kemarin, semoga kalian bisa menjadi panutan bagi para rekan kalian yang lain.

2. Farhat Abbas
Siapa yang tidak kenal dengan Farhat Abbas, salah satu orang yang berprofesi sebagai katanya pengacara. Orang yang selalu menuai kontroversi. Dan yang pernah mengatakan jika dia mau mencalonkan diri sebagai presiden Indonesia. Om Farhat kembali lagi membuat kehebohan dengan komentarnya terhadap keluarga Ahmad Dhani. Entah apa yang menyebabkan dia berkomentar seperti itu, entah karena prihatin atau karena jasanya untuk berkomentar di meja hijau sudah tidak dibutuhkan lagi sehingga dia mencoba berkomentar mengenai hal-hal yang bukan menjadi urusannya. Entahlah, itu juga kehidupan dia.

Satu hal yang menarik dari orang ini adalah dia selalu membicarakan hal apapun tentang orang lain. Entah di media massa ataupun di sosial media. Dia selalu berkicau tentang apapun di twitternya. Entah dia memang sedang tidak punya job atau karena dia memang ingin menjadi selebtweet. Bahkan hingga saat ini saya menduga jika om Farhat meruakan salah satu admin dari akun-akun sindir.

Farhat Abbas sebelumnya memang sudah merupakan salah satu sosok yang paling kontroversial di Indonesia. Mulai dari kasus Ariel, sumpah pocong, hingga mencalonkan diri sebagai presiden. Yang ketiga cukup gila, bagaimana bisa rakyat Indonesia akan memilih presiden yang merupakan "public enemy". Saya tidak ingin membicarakan banyak mengenai orang ini, karena saya bingug untuk memulainya dari mana. Lagian setiap orang pasti punya komentar terhadap orang ini. Intinya, Farhat is not a lawyer, he's a public enemy.
Capres RI
Dua hal diatas memang tidak berhubungan sama sekali, tapi saya harap kita bisa mengambil hal-hal yang baik dari dua hal diatas. Tak ada kesinambungan antara Dokter dengan Farhat Abbas. Diatas saya menjelaskan jika saya tidak setuju dengan keadaan Dokter mogok, tapi mungkin saya akan setuju dengan hal tersebut jika pasiennya adalah seorang public enemy seperti Farhat Abbas. Buat para Dokter, semoga bisa lebih baik kedepannya. Dan buat om Farhat, ah saya tidak punya kata-kata untuk anda, lagian anda pasti selalu merasa yang paling benar kan? Jadi anda tahu apa yang harus anda lakukan kok.


Share:

6 comments:

  1. ah. farhat abbas mah kelaut aja.
    gak bener orang kayak gitu
    dan untuk dokter, jangan sampai demo kalian mengakibatkan nyawa melayang

    kalau ada waktu, main ke blogku juga ya

    ReplyDelete
  2. sebel banget sama si Farhat.. Lelaki peuh sensasional. Hiks, prihatin liat dia.
    Untuk para Dokter..... gak taulah bingung mau komentar apa. Hahahaha.

    ReplyDelete
  3. search di google "capres ganteng", eh malah wajahnya farhat abbas yg muncul *banting laptop*

    ReplyDelete