Sunday, 1 June 2014

Harapan Yang Tak Pernah Mulus

Halo selamat berhari minggu kalian semua. Apa kabarnya kalian di hari minggu kali ini? Semoga baik-baik saja ya. Eh terima kasih juga buat kalian yang udah mampir ke blog saya selama dua minggu kemarin ya. Iya, dua minggu. Minggu kemarin saya gak sempat nulis lagi di blog karena ada beberapa kejadian kecil di kehidupan saya.

Bagi saya yang sedang belajar untuk terus menulis di blog dalam setiap minggu seperti ini adalah sebuah keharusan agar dapat memacu otak saya bekerja agar tidak malas-malasan di hari minggu. Alasannya sederhana, cukup badan saja yang malas mandi, otak jangan sampai malas buat berpikir.
Tapi ya seperti itulah keadaannya. Manusia cuma bisa berencana dan berdoa, sisanya tuhan yang menentukan keberhasilan kita, dan setan yang senantiasa mengganggu niat baik kita. Saya sendiri bingung jika setan benar mau mengganggu saya buat nulis. Tulisan soal agama, bukan. Soal kebaikan juga rasanya bukan. Entahlah, mungkin setan hanya ingin dekat-dekat ke orang yang masih belum mandi pada hari minggu.

Eh gini saya mau pembelaan dulu sama orang yang malas mandi hari minggu dulu. Sebenarnya bukan cuma hari minggu, tapi mandi di pagi hari pada saat libur adalah kegiatan yang makruh. Dikerjakan tidak apa-apa tapi ditinggalkan mendapatkan pahala. *eh

Orang yang gak mandi pagi itu bukan berarti malas. Bisa jadi dia sedang melaksanakan program penghematan air. Iya meskipun dua per tiga dari keseluruhan bumi kita merupakan air tapi kita juga tidak bisa menggunakan air sesuka hati kita dong ya. Bayangkan jika semua air yang kamu pake buat mandi di hari minggu di sumbangin ke daerah-daerah terpencil di NTT yang dulu sempat ada iklannya sumber air su dekat. Kamu dapat membantu kelangsungan hidup ratusan bahkan ribuan orang dengan sangat mudah: berhenti mandi pagi saat hari libur. Kalo kata John Lennon sih "How wonder if you can".
Eh kembali ke soal saya yang tidak menulis di minggu lalu. Minggu lalu saya tidak menulis karena beberapa hal yang terjadi. Entah karena waktu yang kurang, kesulitan milih ide apa yang akan ditulis, atau karena fokus-fokus lain. Intinya saya gagal menulis. Gagal.

Sebuah pembelaan pertama karena saya sebenarnya mau ikutan event yang diadain sama salah satu produk makanan berbahan kentang yang berhadiah jalan-jalan ke Inggris. Inggris men. Negaranya Manchester United, the Beatles, dan juga tentunya Rowan Atkinson. Saya sudah punya ide apa yang ingin saya tulis. Saya sudah beli produknya tuan kentang buat selfie bareng produknya. Tapi akhirnya saya justru tidak mengikuti event tersebut karena ketika selfie sama produknya saya malah kelihatan dekil. Lebih keren si tuan kentang yang di bungkusnya kayaknya.
Pembelaan kedua. Pembelaan kedua saya karena saya harus mengikuti pertandingan futsal di hari minggu kemarin. Saya main bersama tim Juvangola. Salah satu tim dari organisasi daerah Gorontalo yang ada di Malang. Meskipun tim saya gugur di fase grup sih. Ya lumayan hitung-hitung buat olahraga dan nambah pengalaman sambil ngisi waktu liburan. Saking bisa ngisi waktu liburan sampe lupa kalo tiap liburan ada hutang satu tulisan baru. Kadang saya suka gitu. Suka ninggalin yang lama kalo ada yang baru. Ya kurang lebih seperti karirnya salah satu media besar yang sering nayangin spongebob sama tukang bubur naik haji di panggung politik lah.

Pembelaan ketiga ya karena dia. Ah barangkali ini kali pertama saya ngomongin pengalaman soal cewek di blog ini. Iya, dia bukan yang paling cantik tapi selalu bisa menggetarkan hati. Ya kurang lebih seperti apa yang saya tuliskan soal Bunga di bab Pemuja Rahasia di buku Galau karyanya anak-anak Jamban Blogger. Belum punya? Beli dong!
Jadi gini saya akhir semester ini mau ikutan KKN. Nah setelah melalui prosedur yang panjang daftar sana-sini akhirnya tibalah juga saat dimana seluruh anggota kelompok yang udah dibagi di satuin dalam satu kelas. Saya dapat di kelompok 72. Pas mau masuk kelas ada lihat dia. Sebut saja namanya Mawar. Temannya Bunga di buku Galau. Pas hati udah senang karena satu ruangan saya baru sadar kalo disitu bukan cuma kelompok tujuh puluh dua saja tetapi ada beberapa kelompok lain. Sialnya lagi, kami berbeda kelompok.

Pembekalan KKN akan berlangsung selama lima kali pertemuan. Dan tujuan saya adalah kenalan dengannya dalam empat pertemuan sisa. Sebagai lelaki korban sinetron saya sudah meminta tolong kepada beberapa teman saya untuk membantu saya menjalankan skenario agar bisa kenalan dengan dia. Kami memikirkan dua skenario. Pertama bikin ban sepeda motornya bocor di jalan. Kita sebar paku. Tapi karena resiko yang begitu besar maka niat itu dibatalkan.

Skenario kedua yaitu nanti teman saya akan pura-pura ngomong sama si Mawar tadi terus saya pura-pura lewat dan akan dikenalkan. Sepertinya semuanya akan berhasil. Sepertinya. Kenyataan tidak selalu sesuai harapan. Hingga sabtu kemarin hari terakhir pembekalan saya belum kenalan juga. Ah nasib saya memang kurang baik.

Tapi dibalik semua alasan saya kenapa tidak menulis, ada satu hal yang pasti jika semuanya sudah terjadi dan tidak mungkin terulang lagi. Intinya saya sudah gagal menulis di minggu kemarin. Tapi kita tidak bisa hanya melihat dari satu sisi. Seperti tidak mandi pagi di hari libur yang ternyata ada niat mulia dibalik itu maka positifnya minggu kemarin saya bisa fokus di turnamen dan fokus ngejar si Mawar.

Setiap kejadian hampir selalu punya dua sisi. Baik dan buruk. Sayangnya kebanyakan orang menilai hanya dari satu sisi. Tidak melihat dari sisi lain. Harusnya sih bisa lebih dikenali dulu baru memberikan penilaian. Bagaimana bisa kamu bilang seseorang itu buruk padahal kamu tidak benar-benar kenal dirinya. Kenali, maka jika nantinya kamu mencintai ataupun membenci, itu benar-benar pilihan yang netral. Karena kamu udah melihatnya dari kedua sisi.
Eh tapi sejauh ini kayaknya memang seperti itu. Saya belum pernah melihat orang yang memang benar-benar 100 persen baik kesemuanya. Jadi ya kadang kita susah untuk mencari kesempurnaan. Yang harus kita lakukan adalah mengambil ketidaksepurnaan tersebut dan bersama-sama menutupinya. Saling melengkapi. Sama seperti saya dan Mawar. Dia cantik, saya dekil. Dia putih, saya agak hitam. Saya selalu berusaha kenalan dengannya, dia selalu tak pernah muncul. *eh

Semua pengalaman yang saya alami minggu-minggu terakhir ini memiliki satu kesamaan. Kadang jika semua yang kita rencanakan berbeda dengan apa yang menjadi kenyataan. Mulai dari menulis di minggu kemarin, ikutan event tuan kentang, turnamen futsal yang sudah gugur, ataupun misi perkenalan yang tak pernah berhasil. Iya hidup selalu penuh tantangan.

Ini bukan soal bagaimana kita tahu jika peluang kita kecil dan selanjutnya berusaha, tapi soal bagaimana berjuang lagi di sisa peluang yang masih ada. Seperti kata Alex Ferguson setiap kali timnya kalah, "Kita tidak kalah, kita hanya kehabisan waktu". Intinya ya dalam hidup kita tidak kalah dalam menghadapi sesuatu, karena kita diciptakan untuk memperbaiki dan mencari peluang baru. Buktinya? Ah sudah terlalu banyak bukti pengusaha sukses yang gagal di awal usahanya.

Kita hanya kehabisan waktu. Kapan waktu kita akan habis? Ah itu kehendak Tuhan. Kita hanya perlu menjalaninya dengan berusaha keras dan berdoa. Semoga saja meskipun waktu saya kenalan dengan Bunga di pembekalan KKN sudah lewat, semoga Tuhan masih memberi kesempatan di injury time untuk berjuang sekuat tenaga dan mengakhirinya dengan membahagiakan. Seperti yang dilakukan Manchester United pada final liga champions 1999. Semoga saya juga bisa menjadi seperti itu. Perjuangan. Kemenangan. Dramatis.
Semoga Perjuangan Saya Juga Sesukses Ini
Share:

4 comments:

  1. #GerakanHematAir.
    Btw, semoga sukses ya, kak. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sukses gerakan hemat air?

      Amin, doakan ya :)

      Delete
  2. gua kirain lo bakal jelasin tentang jalan2 ke inggrisnya bro. haha.
    kalau gini, ada aja deh pembelaan. btw, kalau lo kirim buku galaunya JB ke gua, gua doain deh lo menang GA ini. sip ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaa, beli dong :D

      Bantu doanya ya, amin :)

      Delete