Sunday, 2 November 2014

Relationship Atau (Rela)tionship?

Akhir-akhir ini saya lagi hobi main ke forum blog jamban blogger. Entah karena saya memang lagi semangat buat ngeblog atau karena memang lagi gak ada kerjaan jadinya sering main kesitu. Entahlah saya pun bingung kenapa jadi main ke forum. Biasanya main sih cuma buat promo tulisan sama nyari referensi bacaan. Saya udah berubah ternyata.

Dari perubahan kebiasaan ke forum yang saya alami diatas ada beberapa bagian dimana ada sesi curhat dalam forum. Sebagai orang yang memiliki pengalaman pahit dalam urusan percintaan, maka jiwa saya terpanggil untuk menjawab curhat mereka lewat tulisan di blog ini. Rencananya sih mau dibuat terusan, jadi kalo mau curhat bisa langsung di emailin aja. Tapi tergantung gimana nanti juga sih.
"Kali ini ceritanya datang dari seorang pelajar. Sebut saja namanya Ita. Ita ini ceritanya lagi cinta sama teman sekelas, sebut saja namanya Mulyadi. Sementara Mulyadi ternyata juga jatuh cinta ke Hana, sahabatnya si Ita tadi. Hal itu mengharuskan Ita harus mengikhlaskan cintanya kepada Mulyadi. Tapi, karena Ita dan Mulyadi tadi terlalu sering bersama, jadinya Ita malah semakin jatuh cinta sama Mulyadi. Tapi tiba-tiba setelah main futsal, Mulyadi malah ngomong kalo dia suka ke Ita. Ita jadinya bingung karena teman sekelas mereka tahunya Mulyadi dekat sama Hana, jadi kalo mereka jauh gara-gara Ita, jadinya kebayang kan gimana hidupnya. Apakah Ita harus ngalah?"
Menurut saya selaku pakar percintaan yang selalu sangat cepat dalam menyelesaikan hubungan percintaan (baca: putus), permasalahan Ita ini masuk pada kategori suka tapi terbentur orang lain. Sialnya lagi orang lain yang membentur merupakan pedekate-an dari si Mulyadi tadi. Sementara itu, yang lebih sial dari sial yang tadi itu karena Mulyadi pedekate sama Hana yang juga merupakan sahabatnya Ita. Kalo diibaratin sialnya kayak bonus berhadiah. Buy one, get one
Permasalahan yang dialami oleh Ita mengenai suka ke teman sendiri memang cukup banyak, tapi permasalahan yang disukainya ternyata pedekate-an dari sahabat sendiri cukup jarang terjadi. Sejauh ini permasalahan seperti itu hanya saya temukan di cerita-cerita sinetron, belum pernah saya temukan di kejadian nyata.

Jika kita memandang kejadian dari sisi Ita mungkin pendapatnya gak sejalan. Ada yang setuju sama Ita, ada yang menolak Ita. Itu normal. Jika Ita mau memperjuangkan kebahagiaannya ya Ita harus berani mengambil resiko. Kebahagiaan tidak ada yang didapat dengan percuma. Mau belajar naik sepeda aja harus susah payah, apalagi mau dapat kebahagiaan.
Tapi jika kita berada di sudut pandang seorang Hana, maka kita bisa tahu jika kadang teman terbaik dan seorang calon teman hidup (baca: pacar) tidak bisa kita percayai sepenuhnya. Barangkali jika Mulyadi dan Ita benar-benar pacaran, dunia serasa tak adil bagi dia. Sungguh. Bahkan untuk menutup mata ketika tidurpun mungkin bukanlah suatu hal yang mudah. Apabila itu terjadi, saya berharap Hana bisa benar-benar kuat.

Masuk ke sisi pandang seorang Mulyadi. Disini Mulyadi udah punya dekat sama Hana. Baru dekat loh ya, jadi jika akhirnya si Mulyadi memilih pacaran sama Ita ataupun Hana tentunya secara hukum tidak ada yang patut disalahkan. Mulyadi tidak terjerat kasus perselingkuhan, karena dia memang tidak punya status sebagai pacar dari Hana. Kecuali kalo si Mulyadi ini udah pacaran sama Hana, terus besoknya pacaran sama Ita. Nah itu namanya kampret.
Setelah dibahas satu persatu seperti diatas semoga Ita bisa tahu yang harus dilakukannya. Sekali lagi, segala kemungkinan ada ditangannya Ita. Ita harus berani memilih. Antara kebahagiaan atau persahabatan. Dalam hidup segalanya memang soal pilihan. Seperti yang pernah dituliskan Ita. Apakah dia sama Mulyadi ber-relationsip ataukah dia harus meng-(rela)tionsihip-kan Mulyadi?

Semoga Ita bisa memilih jalan terbaik ya.


Jika diantara kalian yang baca ada juga yang mau curhat entah soal apapun, mau percintaan, pekerjaan, kehidupan, atau apalah itu. Mulai dari yang penting sampai tidak penting bisa langsung kirim email aja ke ekapristian@gmail.com dengan subjek #tjurhat. Nantinya saya berusaha akan melayani curhat setiap sebulan sekali. Terima kasih.
Share:

14 comments:

  1. Dari Hana, Ita, dan mulyadi kenapa tba-tiba muncul nama Naya?

    Seharusnya yang disuruh milih itu si mulyadi, sebenernya dia itu sukanya sama siapa sih? Seenaknya aja, deket sama siapa tapi yang ditembak siapa. *ceritanya emosi*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ada sensor nama tadi, maaf yaa. hahaha :D

      Tapi udah diperbaikin kok hehehe

      Delete
  2. Wkwkwkwk kok Nama tokoh bisa typo kayak gitu mas hehe

    ReplyDelete
  3. Jadi keingetan, tiap hari yang konsultasi cinta ke saya ga pernah kurang dari 5 orang. Kwkwkw dan permasalahnyya selalu aja sama kayak yang atas tuh. Hadeeh padahal masih pada sekolah, udah diribetin ama cinta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini yang namanya karena cinta gak kenal batasan umur hahaha

      Delete
  4. Itu si Ita taunya Mulyadi suka sama Hana dari mana? siapa tahu gosip doang, emang dari awal si Mulyadi naksir Ita. Hahauahuhuh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya ya jangan2 cuma gosip karena pas minjem bolpoin tiba2 di ciee-in sama anak sekelas.

      Delete
  5. aku gak ngerti permasalahan begitu... belom cukup pengalaman. deket, tapi naksirnya ama yg lain. yang ngenilai deket orang lain. tau ah bingung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya ya, agak ribet permasalahan hati si Ita. Tapi terakhir dengar dari Ita mereka bertiga gak ada yang jadian akhirnya. Problematika percintaan yang sangat rumit

      Delete
  6. hem no koment dah, rumit kalo di jelasin. di lakuin aja deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang mau ngelakuinnya sama siapa om Angga?

      Delete
  7. problematika hati yang cukup rumit bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, hidup mereka terlalu berat di usia yang masih sangat muda

      Delete