Sunday, 29 March 2015

Waktu

"Pekan terakhir di bulan maret". Terdengar suara Anita Mae yang jadi presenter one stop football on sunday kali ini. Suara yang masih membekas di ingatan saya ketika saya sudah memiliki niat untuk update blog di hari ini. Iya, ini hari minggu yang juga jadi pekan terakhir di bulan ini tentunya bikin saya harus update segera. Sayang dong punya domain baru tapi gak pernah dipake buat update blog.


Saya tergolong orang yang selalu mempunyai rencana panjang tetapi selalu kesulitan dalam melakukannya. Seperti dulu ketika saya masih kecil saya selalu berharap agar bisa main tamiya sampe keliling dunia kayak Retsu dan Go dan akhirnya saya justru berhenti main tamiya karena tidak dibelikan baterai baru sama orang tua saya. Saya juga pernah berharap untuk jadi pemain smack down kayak Undertaker yang saya kenal dari kecanduan main PS dengan game berjudul sama. Pernah juga saya berharap untuk jadi dokter, sebuah cita-cita yang paling banyak diminati anak kecil. Kenyataannya sekarang saya kuliah di jurusan psikologi, duduk di depan laptop dan terus berjuang melawan skripsi demi masa depan yang sepertinya jauh dari ketiga rencana masa kecil saya.
Retsu dan Go
Rencana panjang masa kecil yang telah saya bangun dengan mimpi sekarang sudah berubah jauh. Tak terasa usia saya sudah menginjak angka 20. Sebuah angka yang dipilih Van Persie ketika datang ke MU dan menyebut akan membantu United meraih gelar ke dua puluh. Sempurnanya, Persie berhasil membuktikan omongannya.

Saya memanglah seorang fans United, fans yang tumbuh dengan kejayaan United hingga keterpurukan United terutama di musim lalu. Sudah begitu banyak perubahan yang terjadi selama ini. Misalnya saja Perubahan penjaga gawang yang jadi pilihan utama saya ketika main PS. Dari Barthez, Howard, Carrol, Van Der Sar, bahkan yang terakhir yaitu David De Gea.
Barthez
Saya bukanlah seorang fanatik sepakbola sejak dulu loh ya. Saya dapat semua berita soal bola ya dari hasil nonton TV sepulang sekolah pas hari sabtu. Iya, one stop football yang tadi barusan selesai saya tonton jadi pemberi informasi kepada saya sejak SD. Terlihat jelas di banner program ini yang bertuliskan 2003-2015 yang memiliki makna program ini sudah ada 12 tahun, dan saya menonton program ini sejak saya berumur delapan tahun. Sebuah waktu yang menjelaskan jika saya tak bisa dibilang anak-anak lagi.

Saya masih ingat dulu sepulang sekolah buru-buru untuk pulang ke rumah demi nonton acara ini. Dari Deasy Noviyanti yang masih sangat muda, hingga terlihat perutnya mulai membesar karena hamil, dan dia cuti melahirkan sehingga muncul begitu banyak presenter lain yang juga ada di program ini. Paragraf ini mungkin bisa menjelaskan seberapa tua saya.

Perjalanan panjang selama dua belas tahun dalam hidup yang memang tidak pernah saya rencanakan sebelumnya. Dalam dua belas tahun ini saya telah lulus SD, SMP, SMA, bahkan sekarang ada di semester akhir. Dua belas tahun lamanya yang dulunya extravaganza selalu ditunggu oleh penikmat TV hingga saat ini para pemainnya tak berada di satu program yang sama lagi. Dulu ketika acara musik yang ditayangkan MTV benar-benar soal musik hingga kini acara musik malah melipir jadi acara gosip. Semua mulai berubah. 

Mungkin kalian bisa ingat-ingat lagi apa yang membekas di ingatan kalian soal masa kecil dulu. Saya merasakan ada masa bahagia yang pernah saya nikmati dimana saya belum dibebani pikiran untuk jadi apa setelah lulus kuliah nanti. Padahal kalo dihitung usia saya baru mau naik ke angka dua puluh satu di tahun ini tapi kenangannya sangat terasa. Sekarang saya jadi paham kenapa nenek-nenek atau kakek-kakek yang sempat hidup di zaman penjajahan selalu bersemangat untuk menceritakan pengalaman mereka ketika ditanyai soal tahun-tahun tersebut.

Kenangan, dia memang tak selalu indah seperti soal trofi ke dua puluh Manchester United. Kadang dia juga menyakitkan seperti halnya cerita nenek-nenek soal berlari sembunyi-sembunyi agar tidak diperkosa kawanan tentara Jepang waktu itu. Indah ataupun mencekam, kenangan selalu tahu bagaimana caranya menggerakkan otot agar bisa tersenyum. Sama seperti saya ketika menuliskan tulisan ini.

Kita memang tidak akan pernah bisa untuk melawan waktu. Bahkan sejauh ini orang-orang yang mencoba melawan waktu dengan menciptakan mesin waktu belum pernah bisa mengalahkan waktu. Tak seperti kemenangan orang yang ingin melawan fakta karena photoshop dan camera360 yang telah berhasil dibuat oleh manusia-manusia jenius.
Camera 360
Bagi saya waktu akan terus berjalan sesuai dengan tugas utamanya. Waktulah yang membuat Indonesia merdeka sehingga saya bisa nyaman menulis ini tanpa takut tiba-tiba diserang rudal. Waktu juga yang membuat MU jadi tim yang paling banyak mengoleksi gelar liga utama di Inggris. Waktu juga yang terus membawa saya dari anak SD dengan baju batik yang pulang ke rumah tanpa beban demi menonton one stop football menjadi seseorang laki-laki yang masih menonton one stop football tapi kali ini dengan isi pikiran yang terus dikejar oleh sebuah tugas akhir mahasiswa bernama skripsi.

Waktu memang bisa merubah segalanya. Bahkan mesin untuk merekayasa kembali waktu yang pernah terjadi juga belum bisa untuk dibuat. Kadang kita hanya perlu menikmati hidup, menjalaninya dengan penuh semangat dan tanpa menyerah, karena semua juga akan terjadi jika memang sudah waktunya. 
Share:

2 comments:

  1. Haha.. Kocak tuh yang gambar efek camera 360.. :D

    Waktu bisa berubah, apalagi manusia ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia, banyak manusia yang bisa berubah. Kalo skrg yg lagi eksis ya bima satria garuda

      Delete