Monday, 6 November 2017

Indah Pada Waktunya

Selamat tahun baru dua ribu tujuh belas semuanya. Iya, ini merupakan tulisan pertama saya setelah cukup lama berlibur. Liburan memang indah, seindah golnya Olivier Giroud yang kemarin baru menang puskas award. Belakangan Giroud berkomentar ke media jika dia sedang dalam keadaan tidak nyaman saat bikin gol itu. Hikmahnya, tidak semua hal indah terjadi melalui proses yang disukai.

Giroud
Soal suka dan tidak suka jadi isu yang sangat saya perhatikan dalam setahun belakangan. Tentunya kita ingat persaingan menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta yang akhirnya dimenangkan oleh pak Anies Baswedan. Persaingan pilgub Jakarta dua ribu tujuh belas kemarin memanglah sangat panas. Puncaknya ketika menjelang putaran kedua pemilihan.  Saat itu kita bisa melihat begitu banyaknya orang-orang yang mempost melalui akun pribadi mereka tentang pemilihan gubernur. Wajar. Satu-satunya yang tidak wajar adalah mencoba mencari kesalahan pasangan yang bukan jagoannya.

Persaingan untuk meraih jabatan gubernur DKI memang membukakan mata kita jika sebenarnya negara kita belum benar-benar menjadi satu kesatuan yang utuh. Terbaru ketika gubernur terpilih DKI mengeluarkan kata yang menyebutkan saatnya pribumi menjadi tuan rumah di Jakarta. PRIBUMI. Saat itu banyak pihak yang berteriak menyatakan jika Anies mengesampingkan penduduk lainnya. Seakan-akan mereka lupa jika pak Anies merupakan keturunan Arab yang menetap di Indonesia. Apa yang membedakan antara pak Anies dengan orang-orang lain yang tersinggung? Mungkin mereka masih belum merasa sebagai warga Indonesia seutuhnya.
PRIBUMI
Setahun ini penanganan korupsi juga menjadi hal yang menarik. Mulai dari kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK bapak Novel yang sampai sekarang belum terungkap hingga kasus sulitnya menjerat bapak Setya Novanto. Terakhir, sempat viral meme tentang bapak Novanto yang sakit. Satu bukti jika kita belum jadi warga negara yang baik. Seharusnya kita menjenguk atau mendoakan semoga bapak Setya Novanto bisa segera pulih, bisa hadir di panggilan KPK berikutnya, dan memberikan pernyataan yang baik dalam proses penyidikan kasus korupsi e-ktp.
Cepat sembuh pak
Pelik memang permasalahan kita dalam setahun. Apapun itu, semoga saja kita dapat melalui semuanya dengan baik dan berakhir dengan indah. Bagi para muslim mungkin pernah membaca surat al insyirah dalam kitab sucinya yang menyebutkan jika sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. 

Saya berharap agar semua yang terjadi adalah proses untuk mencapai hal yang lebih baik kedepannya. Seperti halnya gol Giroud, bahwa terkadang tidak semua hal indah tercipta dari hal yang mudah.
Semua akan berakhir Indah



*Semua gambar diambil di internet, untuk mengunjungi alamat gambar silahkan klik caption foto.
Share:

0 komentar:

Post a Comment