Monday, 18 December 2017

Kata (Sebagai) Kunci: Tiang Listrik, Alexis, Palestina

Tahun 2017 akan segera berakhir dan akan segera berganti dengan tahun 2018. Tak terasa sudah 17 tahun yang dilewati dari tahun 2000 yang semua serba mesin, berjalan berlari menggunakan mesin, manusia hidup berkawan mesin, makan dan minum dilayani mesin. Jika kalian membaca kalimat tersebut sambil menyanyi ada kemungkinan kita berada di generasi yang berbeda dengan generasi anak zaman now. 
Tahun 2000
Seperti biasanya di akhir tahun saya selalu menuliskan tulisan tentang kejadian apa yang menarik perhatian saya selama setahun. Banyak sih sebenarnya, tapi saya memilih hanya beberapa saja yang memang ingin saya tulis.

Kejadian pertama yang paling saya ingat adalah kesaktian tiang listrik. Ini fenomenal di Indonesia. Tiang listrik ditabrak mobil. Udah. Tiga kata itu sudah menggambarkan maksud tulisan saya. Saya tidak berani menulis inisial karena saya bisa jadi dituntut karena hal itu.
Tiang Listrik
Salah satu hal yang heboh di Indonesia ditahun ini adalah tutupnya Alexis Hotel. Alexis tutup, sebuah tempat yang ditengarai sebagai tempat berlabuhnya uang-uang pejabat daerah yang mendapatkan tugas kerja ke ibu kota. Dalam kasus ini semoga saja pemda DKI serius dalam upayanya sehingga tidak terulang kejadian di lembaga lain sehingga nanti muncul usaha "Bukan Alexis" atau "Masih Alexis".

Hal ketiga yang paling menarik perhatian saya adalah soal Yerusalem. Kota Suci. Peperangan. Yerusalem kembali menjadi topik perbincangan akhir-akhir ini akibat klaim sepihak bapak Trump. Dunia tentunya terhentak, sebuah negara yang bertugas untuk mendamaikan malah memperkeruh suasanya. Yerusalem memanglah kota yang luar biasa. Sebuah kota suci di Palestina. Palestina, bukan Israel. Saya kagum akan keimanan penduduk Palestina yang terus bertahan di kota meskipun begitu banyak tekanan dari pihak Israel. Semoga Allah semakin menancapkan iman dalam hati penduduk Palestina dan memberikan kekuatan yang lebih untuk mengusir penjajah yang datang ke negara mereka, InsyaAllah.
Quote
Tiga hal diatas memang terlihat berbeda jauh. Meskipun begitu saya menilai adanya garis sama yang menjadi pokok pikiran yaitu soal kekuatan kata-kata. Sebuah tiang listrik menjadi pembicaraan yang hangat setelah sebelumnya seorang pengacara memberikan statement tentang kliennya yang menabrak tiang listrik. Permainan kata-kata juga menjadikan sebuah program yang sudah ditutup bisa bangkit lagi dengan hanya menambah satu kata. Kurang bijak dalam berkata-kata juga menjadi pemicu panasnya Yerusalem saat ini.

Lidah, daging kecil dalam mulut. Tapi bisa lebih tajam dari sayatan pedang.

Tiga kejadian diatas adalah kejadian tahun 2017 dan tentunya tahun 2018 juga punya daya tarik sendiri. Piala dunia Rusia 2018 menjadi satu hal yang patut kita nantikan meskipun tanpa aksi Gianluigi Buffon, Memphis Depay, dan juga Evan Dimas Darmono. Berikut saya tampilkan prediksi dari bolatory yang memprediksikan final ideal antara Panama dan Islandia.
Prediksi WC 2018


*Sumber gambar bisa di klik pada caption
Share:

0 komentar:

Post a Comment